Sore ini begitu sempurna di beranda sederhana. Saya selalu
saja terlena dengan alunan nada-nada bossanova, secangkir kafein
yang biasa mengakrabi segala suasana, mencium udara mendung sebelum hujan tiba. Semua
itu menyatu dan menjadi candu untuk setiap ide-ide saya.
Ada idiom yang mengatakan “Ide itu punya jalannya sendiri,
punya kaki dan tangannya sendiri’. Artinya ide itu bagaimanpun cara dan
suasananya, akan terus mengalir, tak terbendung dan tak terbatas. Walaupun
terkadang ada yang mencoba untuk meretas. Dan nampaknya berlaku di beranda sederhana saya.
Sedari tadi, ide saya mendapat serangan bertubi-tubi,
diganggu oleh beragam cara, berusaha untuk dimatikan dan dikebiri. Tapi seperti
yang saya bilang tadi, ide itu punya jalannya sendiri. Jadi sepertinya semua
hal itu menjadi usaha yang sia-sia belaka.
Sore ini begitu sempurna di beranda sederhana ini. Hujan tak
kunjung jatuh ke bumi. Padahal langit sudah menghitam, menenggalamkan matahari
petang sejak tadi. Mungkin jika bulir hujan sudah turun, ide ini bisa semakin
menggila dan menari-nari melalui jari-jemari saya,
Suara-suara penyeru
Sang Pencipta telah terdengar di beranda sederhana. Pertanda sore sudah berganti malam. Dan saya harus mengistirahatkan
ide sejenak untuk kemudian menggila kembali bersamanya nanti...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar