Selasa, 01 November 2011

SORE YANG SEMPURNA DI BERANDA SEDERHANA


Sore ini begitu sempurna di beranda sederhana. Saya selalu saja terlena dengan alunan nada-nada bossanova, secangkir kafein yang biasa mengakrabi segala suasana, mencium udara mendung sebelum hujan tiba. Semua itu menyatu dan menjadi candu untuk setiap ide-ide saya.

Ada idiom yang mengatakan “Ide itu punya jalannya sendiri, punya kaki dan tangannya sendiri’. Artinya ide itu bagaimanpun cara dan suasananya, akan terus mengalir, tak terbendung dan tak terbatas. Walaupun terkadang ada yang mencoba untuk meretas. Dan nampaknya  berlaku di beranda sederhana saya.

Sedari tadi, ide saya mendapat serangan bertubi-tubi, diganggu oleh beragam cara, berusaha untuk dimatikan dan dikebiri. Tapi seperti yang saya bilang tadi, ide itu punya jalannya sendiri. Jadi sepertinya semua hal itu menjadi usaha yang sia-sia belaka.

Sore ini begitu sempurna di beranda sederhana ini. Hujan tak kunjung jatuh ke bumi. Padahal langit sudah menghitam, menenggalamkan matahari petang sejak tadi. Mungkin jika bulir hujan sudah turun, ide ini bisa semakin menggila dan menari-nari melalui jari-jemari saya,

Suara-suara penyeru Sang Pencipta telah terdengar di beranda sederhana. Pertanda sore sudah berganti malam.  Dan saya harus mengistirahatkan ide sejenak untuk kemudian menggila kembali bersamanya nanti...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar