Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 September 2011

OSRAM & GTZ Membudayakan Hemat Energi

National Marketing Manager OSRAM, Lydia Karnadi.
Tangerang - Dalam rangka membudayakan gerakan penghematan energi di Indonesia, produsen lampu dan organisasi federal Jerman, OSRAM & Gesellschaft Technische Zusammenarbelt (GTZ), membuat rangkaian kegiatan yang diikuti oleh 40 sekolah.

Ke-40 sekolah tersebut terdiri dari beberapa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang tersebar di delapan wilayah kota besar Indonesia. Kegiatan ini dilakukan dengan cara memberikan workshop hemat energi kepada guru-guru dan murid serta mengganti lampu pijar dengan lampu OSRAM.

“Kami sengaja memilih target sekolah dasar dan sekolah kejuruan, karena diharapkan pendidikan hemat energi ini lebih efektif diterapkan”, ujar Lydia Karnadi, National Marketing Manager OSRAM. Ldyia menambahkan, bahwa rangkaian program yang telah berlangsung selama enam bulan  (Juni-November 2010), telah berhasil melakukan penghematan  hampir 300.000 watt di 32 sekolah.

Sebagai program dibulan desember ini, pihak OSRAM & GTZ mengadakan workshop hemat energi kepada 21 guru Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) di area pabrik lampu OSRAM, Tanggerang, Banten. (Adit)

Minggu, 28 Agustus 2011

Pameran Renewables dan Conbuilds 2011

Jakarta - Messe Munchen International (MMI) Asia bekerja sama dengan Perkumpulan Ekonomi Indonesia-Jerman (EKONID) akan menyelenggarakan dua pameran yang ada kaitannya dengan sektor infrastruktur di Indonesia. Pameran ini diselenggarakan dari tanggal 13 hingga 16 April 2011 yang akan datang. Dua pameran tersebut terdiri dari Renewables  dan Conbuilds.



Acara ini dijadwalkan berlangsung di Jakarta International Expo (JI Expo), Kemayoran. Renewables  dan Conbuilds yang akan ‘”membuka” pintu bagi sebuah konfrensi dan pameran niaga internasional yang berfokus pada energi, sumber tenaga hijau dan teknologi.

Renewables dan Conbuilds akan menjadi tuan rumah bagi para delegasi dan peserta dari seluruh dunia sebagai tempat untuk berdiskusi tren-tren baru, beragam kesempatan investasi dan ide dalam mengakselerasikan serta memajukan perekonomian hijau Indonesia. Menurut Managing Director dan CEO MMI Asia Pasifik, Ronald Unterburger, Renewables Indonesia memprakarsai, mendukung dan memajukan pertumbuhan infrastruktur hijau di Indonesia.

Pameran infrastruktur ini nantinya terdiri dari dua panggung terpisah. Panggung utama Conbuild Indonesia yang akan menampilkan mesin konstruksi dan bangunan, peralatan, material, kendaraan, teknologi dan jasa layanan. Panggung kedua, yaitu Renewables Indonesia befokus pada energi terbarukan, sumber daya hijau dan teknologi lingkungan (Adit / Majalah Griya Asri, Edisi Oktober 2010, hal 114).

Pameran Budaya “ Indramayu Dari Dekat”

Jakarta - Indramayu dikenal oleh masyarakat Indonesia pada umumnya sebagai daerah penghasil buah mangga, beras dan ikan asin ketimbang kebudayaannya. Untuk memperkenalkan sisi kebudayaan daerah Indramayu, pihak Bentara Budaya Jakarta menggelar pameran kesenian yang bertajuk ‘Indramayu Dari Dekat”.
Pameran yang diselenggarakan di Gedung Bentara Budaya Jakarta ini berlangsung pada awal Agustus lalu, dibuka secara resmi oleh penyanyi asal Indramayu, Iis Dahlia. Dalam sambutannya, Iis Dahlia mengatakan, banyak potensi Indramayu yang perlu digali dan ditampilkan. Indramayu daerah kecil di pesisir pantai utara Jawa, namun memiliki kekhayaan khasanah budaya yang hebat, ujarnya.

Berbagai hasil dari kebudayaan Indramayu berupa kain batik lawas berusia 50 tahun koleksi pengrajin Ibu Charwati, aneka topeng dan wayang kulit koleksi Bapak Taham serta Wayang Golek Cepak koleksi ki dalang Ahmadi tertata apik diruang pameran. Menurut panitia pameran bidang artistik dan koleksi, Ika W Burhan, sebanyak 23 buah koleksi batik lawas, 10 buah kain tenun, 25 wayang golek dan 22 wayang kulit dipamerkan dalam acara ini. Selain produk-produk hasil kebudayaan, pameran kebudayaan ini juga memamerkan karya foto tentang potret Indramayu koleksi Nang Sadewo.

Menurut salah seorang pengamat kain batik, Wendie Razif Soetikno yang ditemui disela-sela acara mengatakan bahwa satu dari sekian kain batik Indramayu yang dipamerkan merupakan batik lawas yang sudah langka. Batik tersebut memiliki motif yang dipengaruhi oleh kebudayaan Tionghoa lewat penggunaan gambar burung Hong. Burung Hong oleh masyarakat China dipercaya sebagai lambang keberuntungan. 

Acara ditutup oleh penampilan sang Maestro Tari Topeng, Mimi Rasinah pewaris ke sembilan dalang Topeng Indramayu yang sudah berumur 80 tahun . Ia berkolaborasi dengan cucunya mempertunjukan Tarian Panji Ronggo Sukma. Walaupun menderita stroke dan sudah tua, jari-jemari Mimi Rasinah masih fasih melakukan setiap gerak tari dan berhasil memukau penonton yang hadir di selasar Gedung Bentara Budaya. (Adit / Majalah Griya Asri)