Penulis : Adhitya P. Pratama
![]() | ||
| Foto : doc www.acerid.com |
Ketika jaman semakin modern, peran sebuah perangkat teknologi
menjadi sangat fundamental dan krusial dalam mendukung aktivitas apapun. Kini,
perangkat teknologi dituntut untuk memiliki mobilitas dan kinerja tinggi demi menunjang pekerjaan sehari-hari ataupun mengisi waktu luang
dengan berbagai fitur hiburan. Bahkan perangkat teknologi yang tepat, bisa membantu
karir serta mewujudkan sebuah passion
yang terpendam dari penggunanya.
Sebelum membahas bagaimana peran
perangkat teknologi dapat membantu karir dan mewujudkan mimpi penggunanya, saya
akan membahas mengenai konsep passion.
Semua manusia pastilah punya passion-nya
masing-masing dalam berkarir. Namun, terkadang banyak orang yang kurang
menyadari hal itu dan cenderung memendamnya dalam-dalam. Berbicara soal karir
dan passion, adalah dua hal yang
berbeda tetapi saling berkaitan. Lalu, seperti apa sih konsep passion dalam berkarir itu ?
Dikutip dari www.indonesiamengajar.org, Rene Suhardono, salah seorang Career Coach ternama di Tanah Air, berujar bahwa Passion bukanlah segala sesuatu yang dikuasai, namun yang kita cintai. Passion merupakan salah satu unsur karir. Karir haruslah melibatkan passion, tujuan hidup, values, ketercapaian dan kebahagiaan.
Membaca kutipan di atas, maka dapat diartikan seseorang berada di "jalur yang benar" dalam karirnya, ketika ia bekerja sesuai dengan passion (kegemarannya). Hasil pekerjaan atau aktivitas seseorang akan maksimal, jika dilakukan dengan sepenuh hati. Apabila sudah begitu, biasanya sesulit apapun masalah yang ditemui saat bekerja, seseorang tetap senang dan enjoy menghadapinya.
Peran Teknologi
Sangat naïf rasanya jika berbicara karir dan passion, namun menyampingkan peran
perangkat teknologi. Seperti yang sudah saya singgung di atas, bahwa menjadi
sangat penting melibatkan sebuah perangkat teknologi dalam berbagai aktivitas
demi meraih karir impian dan passion kita.
Termasuk untuk membantu hidden passion saya dibidang
tulis menulis dalam bidang jurnalistik.
Berbicara perangkat teknologi, baru-baru ini produsen
perangkat elektronik asal Taiwan, Acer meluncurkan produk terbaru mereka yang
diberi nama Aspire P3 Hybrid Ultrabook. Uniknya,
ultrabook ini sengaja didesain untuk ditransformasi dari mode personal computer (PC) menjadi mode
tablet. Acer jeli melihat kegemaran masyarakat pengguna gadget di
Indonesia telah berkembang kepada teknologi layar sentuh (Touch-centric) dalam aktivitas komputasinya.
Memakai teknologi prosesor terbaru Intel Core Y series, yang diperuntukan untuk perangkat
dengan mobilitas tinggi, Aspire P3 hadir dalam dua pilihan prosesor, yaitu Intel Core i5 dan Intel Core i3. Dengan
prosesor tersebut, Aspire P3 merupakan
Notebook masa depan yang responsif dan dapat dihandalkan untuk meningkatkan
produktivitas kerja. Tak terkecuali bagi profesi Jurnalis yang dituntut untuk
selalu bekerja cepat, multitasking dan bermobilitas tinggi.
Dengan menggunakan Windows 8 yang dibenamkan
dalam sistem operasi Aspire P3, saya bisa melakukan berbagai aktivitas. Mulai
dari menulis artikel di program Office, mengedit foto karya saya, sampai melakukan aktivitas hiburan, seperti
menonton film Full HD, bermain games dan lain sebagainya. Hobi saya yang suka
memotret dan mengunggahnya di jejaring sosial maupun web fotografi, juga
semakin mudah. Karena Aspire P3 dilengkapi oleh kamera 5 Megapixel dibagian belakang yang dapat mengambil gambar
dengan Jernih. Pada bagian depannya, Aspire P3 juga dilengkapi oleh kamera yang
sanggup memenuhi kebutuhan untuk video conference.
Perangkat
elektronik yang memiliki ukuran layar b 11.6” dengan resolusi 1366×768 ini di
lengkapi dengan panel IPS yang akan memberikan warna indah dan cemerlang
seperti aslinya. Aspire P3 memiliki dimensi 190.77 (W) x 295.4 (D) x 9.95/10.15
(H) mm dengan berat hanya 0.79 kg ketika dalam posisi tablet. Dengan begitu,
gadget ini terhitung ramping dan elegan. Karena menggunakan bahan dasar
alumunium yang terasa solid ketika digenggam.
Untuk konektivitas, Acer Aspire
P3 dapat membantu saya mengunggah karya tulis dan fotografi ataupun hanya sekedar
mengirimkan e-mail, secara mudah. Karena perangkat ini dilengkapi dengan Acer
InviLink Nplify WiFi 802.11a/b/g/n dan Bluetooth 4.0, sehingga dapat cepat terhubung
ke perangkat penunjang lain secara nirkabel. Soal penyimpanan data, Aspire P3
memiliki media penyimpanan data berupa solid
state drive (SSD) 60GB atau 120GB. Disertai pula full sized port USB 3.0,
dengan begitu saya dapat menyambungkan Aspire P3 ke perangkat eksternal
lainnya.
Acer Aspire P3 Hybrid Ultrabook
semakin sempurna dengan adanya aplikasi Virtual
Disc Jockey (DJ) yang berisi stem dari DJ Tiesto. Sehingga kita dapat mencampur
lagu layaknya Superstar DJ. Dengan
bantuan aplikasi dari Aspire P3 itu, Vernon,
asisten DJ Tiesto, mampu mewujudkan impian dan passionnya menjadi seorang DJ. Anda bisa melihatnya di www.youtube.com/watch?v=7zK-E9th8uQ, bagaimana Vernon tampil seperti seorang
DJ profesional di video tersebut dan sukses membuat crowds / penonton berjingkrak-jingkrak.
Sebuah kutipan bagus dari Charley Sweeney yang mengatakan "Purpose of life gives away to vision. Vision creates dream. And dreams become reality". Menurut pendapat saya, semua orang berhak mendapatkan mimpi dari tujuan hidupnya. Baik itu Vernon, saya ataupun anda, semua memiliki passion dalam bidangnya masing-masing yang dapat menghantarkan kepada mimpi yang belum terwujud. Dan, Acer Aspire P3 Hybrid Ultrabook, saya rasa notebook masa depan yang bisa membantu mewujudkan mimpi serta passion saya dan siapa pun.

