Minggu, 28 Agustus 2011

Pameran Budaya “ Indramayu Dari Dekat”

Jakarta - Indramayu dikenal oleh masyarakat Indonesia pada umumnya sebagai daerah penghasil buah mangga, beras dan ikan asin ketimbang kebudayaannya. Untuk memperkenalkan sisi kebudayaan daerah Indramayu, pihak Bentara Budaya Jakarta menggelar pameran kesenian yang bertajuk ‘Indramayu Dari Dekat”.
Pameran yang diselenggarakan di Gedung Bentara Budaya Jakarta ini berlangsung pada awal Agustus lalu, dibuka secara resmi oleh penyanyi asal Indramayu, Iis Dahlia. Dalam sambutannya, Iis Dahlia mengatakan, banyak potensi Indramayu yang perlu digali dan ditampilkan. Indramayu daerah kecil di pesisir pantai utara Jawa, namun memiliki kekhayaan khasanah budaya yang hebat, ujarnya.

Berbagai hasil dari kebudayaan Indramayu berupa kain batik lawas berusia 50 tahun koleksi pengrajin Ibu Charwati, aneka topeng dan wayang kulit koleksi Bapak Taham serta Wayang Golek Cepak koleksi ki dalang Ahmadi tertata apik diruang pameran. Menurut panitia pameran bidang artistik dan koleksi, Ika W Burhan, sebanyak 23 buah koleksi batik lawas, 10 buah kain tenun, 25 wayang golek dan 22 wayang kulit dipamerkan dalam acara ini. Selain produk-produk hasil kebudayaan, pameran kebudayaan ini juga memamerkan karya foto tentang potret Indramayu koleksi Nang Sadewo.

Menurut salah seorang pengamat kain batik, Wendie Razif Soetikno yang ditemui disela-sela acara mengatakan bahwa satu dari sekian kain batik Indramayu yang dipamerkan merupakan batik lawas yang sudah langka. Batik tersebut memiliki motif yang dipengaruhi oleh kebudayaan Tionghoa lewat penggunaan gambar burung Hong. Burung Hong oleh masyarakat China dipercaya sebagai lambang keberuntungan. 

Acara ditutup oleh penampilan sang Maestro Tari Topeng, Mimi Rasinah pewaris ke sembilan dalang Topeng Indramayu yang sudah berumur 80 tahun . Ia berkolaborasi dengan cucunya mempertunjukan Tarian Panji Ronggo Sukma. Walaupun menderita stroke dan sudah tua, jari-jemari Mimi Rasinah masih fasih melakukan setiap gerak tari dan berhasil memukau penonton yang hadir di selasar Gedung Bentara Budaya. (Adit / Majalah Griya Asri)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar